INKUR adalah federasi nasional yang menaungi 20 Koperasi Sektor Riil di 6 provinsi Indonesia, dibangun secara mandiri dari, oleh, dan untuk koperasi anggota.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Dengan penuh rasa syukur dan bangga, saya menyampaikan bahwa Induk Koperasi Usaha Rakyat Indonesia (inKUR) terus bertumbuh dan berkembang sebagai federasi nasional yang melayani koperasi-koperasi sektor riil di seluruh Indonesia.
Koperasi adalah soko guru perekonomian bangsa. Keyakinan ini bukan sekadar semboyan, melainkan landasan nyata yang menjadi fondasi gerakan kita bersama. Selama lebih dari satu dekade, inKUR hadir bukan karena perintah pemerintah atau desakan pihak luar, melainkan karena kesadaran kolektif para anggota bahwa kemandirian ekonomi hanya bisa dicapai melalui kerjasama yang kuat dan berkeadilan.
Ke depan, inKUR berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem koperasi sektor riil melalui inovasi layanan, perluasan jaringan, dan penguatan kapasitas anggota.
Kami mengundang seluruh koperasi, pemerintah, lembaga keuangan, dan mitra strategis untuk bersama-sama membangun konglomerasi sosial ekonomi yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sebagai federasi nasional, inKUR memfasilitasi kebutuhan penting koperasi anggota melalui enam bidang layanan strategis: penguatan kapasitas SDM, konsultasi bisnis, jaringan internasional, riset kebijakan, advokasi regulasi, dan pengawasan tata kelola.
Program pendidikan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas SDM koperasi anggota.
Layanan konsultasi profesional untuk membantu koperasi anggota mengatasi tantangan organisasi dan bisnis.
Membangun dan memperluas jaringan bisnis koperasi di level lokal, nasional, dan internasional melalui keanggotaan ICA.
Pusat kajian dan riset strategis yang menghasilkan pengetahuan dan rekomendasi kebijakan untuk kemajuan koperasi sektor riil.
Layanan advokasi yang memastikan kepentingan koperasi anggota terwakili dan terlindungi di hadapan regulator dan pemerintah.
Layanan pengawasan dan audit internal yang membantu koperasi anggota mempertahankan standar tata kelola dan akuntabilitas keuangan.
INKUR lahir dari semangat gerakan koperasi kredit (Credit Union) di Indonesia yang telah mengakar puluhan tahun. Berbeda dari banyak federasi yang bergantung pada dukungan pemerintah, INKUR dibangun secara mandiri dan swadaya oleh anggota-anggotanya.
"Menjadi pendukung konglomerasi sosial ekonomi secara berkelanjutan."
Sejak 2011, INKUR berkembang menjadi federasi nasional yang menaungi koperasi primer sektor riil dari Kalimantan, Maluku, Lampung, Jawa Tengah, hingga Bali. Sebagai anggota penuh International Co-operative Alliance (ICA), inKUR terhubung dengan gerakan koperasi dunia.
Dipimpin oleh pengurus yang berpengalaman dalam gerakan koperasi nasional dan internasional.
Mikael, S.H., M.H.
Ketua Pengurus
Ambu Naptamis
Wakil Ketua
Antonius Budi
Sekretaris
Milen
Bendahara
Geratus Bobi
Anggota
Paulus Ohio
CEO
Firdaus Mindo
Pelaksana Harian
Leonardus Heri Warsanto
Ketua Pengawas
Agnes Asnadeta
Sekretaris
Sutiyo Andri Cahyono
Anggota
Munaldus
Penasehat
Robby Tulus
Penasehat
Karoldus Jamrevav
Penasehat
Suroto, S.E.
Penasehat
inKUR menaungi 20 Koperasi Anggota Primer yang bergerak di sektor riil usaha rakyat. Berbeda dari koperasi simpan pinjam, seluruh koperasi primer anggota inKUR fokus pada kegiatan usaha nyata di bidang konsumsi, produksi, dan jasa. Dari perkebunan kelapa sawit di Kalimantan hingga koperasi nelayan di Maluku, setiap anggota hadir untuk memperkuat kemandirian ekonomi komunitasnya masing-masing.
inKUR terbuka untuk kerja sama dengan pemerintah, swasta, lembaga keuangan, dan organisasi internasional yang memiliki visi membangun ekonomi rakyat yang mandiri.