← Kembali ke Berita

Sekadau, 1-3 Mei 2026. Selama tiga hari di Lupung Cafe, inKUR (Induk Koperasi Usaha Rakyat Indonesia) dan Koperasi Keling Kumang Agro (KKA) duduk bersama dalam sebuah workshop kerja. Agendanya sangat konkret: merumuskan dua konsep unit usaha agribisnis KKA, yaitu unit gula aren dengan brand Enauku dan unit perkebunan kakao yang akan terhubung ke rantai pasok kakao fermentasi inKUR.

Workshop ini bukan diawali dari nol. KKA sudah memiliki modal dasar yang cukup matang: brand Enauku yang berlisensi BPOM, Halal, dan PIRT, serta basis kebun kakao milik petani anggota yang siap masuk rantai pasok kakao fermentasi inKUR. Yang masih kosong adalah konsep operasional yang utuh, terstruktur, dan benar-benar siap dieksekusi. Tiga hari di Sekadau dirancang persis untuk mengisi ruang itu.

Peran inKUR: Membantu Merumuskan, Bukan Mendikte

Sejak awal, posisi inKUR di workshop ini ditegaskan sebagai pendamping yang membantu KKA merumuskan konsep, bukan pihak yang menentukan keputusan. Dua hal yang dibawa inKUR ke meja: pengalaman lintas KSR di jaringannya, dan kerangka rantai pasok kakao fermentasi yang sedang dibangun bersama mitra hilir Kalara Borneo.

Output akhirnya pun jelas batasannya. Workshop menghasilkan concept note, bukan keputusan eksekusi. Keputusan apakah, kapan, dan bagaimana setiap konsep dijalankan, sepenuhnya menjadi kewenangan Pengurus KKA.

Unit Gula Aren / Enauku: Restrukturisasi Unit yang Sudah Berjalan

Enauku sudah beroperasi sejak 2022 dengan basis petani aren mitra dan lini produk yang mencakup gula aren padat serta minuman botanical. Lisensi BPOM, Halal, dan PIRT sudah di tangan. Yang dirumuskan bersama di workshop adalah skema operasional yang menerjemahkan modal dasar tersebut menjadi unit yang sehat secara keuangan.

Beberapa prinsip yang disepakati: harga jual ke pelanggan setia di Sintang tidak dinaikkan, profitabilitas justru dibangun melalui pergeseran mix produksi, diversifikasi varian, sales kunjungan B2B yang manusiawi, serta pengembangan layanan white label sebagai tulang punggung pendapatan. Kanal online dijaga aktif sebagai kanal pendukung, bukan target utama. Sebuah website profesional pada domain enauku.id turut diusulkan sebagai brand showcase dan jembatan B2B / white label inquiry.

Unit Perkebunan Kakao: Membangun Simpul Baru di Rantai Fermentasi

Unit kedua yang dirumuskan adalah Unit Bisnis Perkebunan Kakao, yang akan dibentuk dari awal di KKA. Cakupannya: pendampingan kebun anggota, pembelian buah dan biji basah, fermentasi, hingga penjualan biji kering ke Kalara Borneo sebagai mitra hilir.

Unit ini akan beroperasi dalam kerangka program kakao fermentasi inKUR, dengan mutu utama yang dituju Mutu I dan Mutu II yang harganya jauh di atas modal beli. Workshop membahas workflow kerja, disiplin SOP fermentasi sebagai pendorong utama profitabilitas, pemetaan jalur penjemputan biji dari kebun anggota, serta cetak biru struktur tim lapangan dan tim paska panen. Asumsi produktivitasnya disusun dalam tiga skenario: skenario hati-hati, skenario stabil sebagai target tahun pertama, dan skenario skala penuh sebagai target jangka panjang.

Satu Fondasi yang Sama untuk Keduanya

Di luar perbedaan karakter dua unit ini, ada satu prasyarat fondasi yang berlaku untuk keduanya: pemisahan pencatatan keuangan antar unit usaha KKA, yaitu Gula Aren, Kakao, dan Rumah Bibit. Tanpa pemisahan ini, profitabilitas tiap unit tidak dapat dievaluasi secara akurat, dan akses pembiayaan KUR maupun investor menjadi kurang bersih.

Pesan workshop di titik ini cukup sederhana: konsep bisnis yang baik berdiri di atas pencatatan yang rapi. Tidak ada gunanya merancang target omset atau proyeksi profit jika unit usahanya masih bercampur dalam satu buku besar dengan unit lain.

Posisi KKA di Ekosistem Kakao Kalimantan Barat

Unit Perkebunan Kakao KKA tidak berdiri sendiri. Ia masuk ke arsitektur rantai pasok kakao Kalimantan Barat yang dirangkai bersama oleh beberapa KSR anggota inKUR. Keling Kumang Agro di hulu dengan rumah bibit dan pendampingan kebun anggota, Bina Tapang Mandiri dengan pendampingan dan agregasi biji, MK Agro yang akan segera bergabung sebagai anggota inKUR pada 2026 dengan peran serupa di wilayah baru, lalu Kalara Borneo di hilir sebagai rumah produksi cokelat bean-to-bar.

Penguatan unit kakao di KKA, bersama unit gula aren Enauku yang sudah berjalan, menempatkan KKA sebagai salah satu simpul agribisnis yang paling produktif di lingkar anggota inKUR.

Setelah Workshop, Bola di Tangan Pengurus KKA

Dua dokumen concept note yang dihasilkan workshop telah diserahkan ke Pengurus KKA untuk dipelajari, didiskusikan, dan diputuskan kelanjutannya. inKUR menempatkan diri sebagai pihak yang siap dihubungi kembali apabila Pengurus memerlukan klarifikasi lebih jauh atas poin-poin tertentu dari konsep yang telah dirumuskan.

Workshop di Sekadau ini adalah salah satu wujud dari peran inKUR sebagai induk koperasi: hadir saat KSR anggota membutuhkan ruang kerja bersama, membawa kerangka dan pengalaman dari jaringan, lalu menyerahkan kembali keputusan ke tangan pengurus koperasi yang bersangkutan. Pola kerja seperti inilah yang ditempuh inKUR bersama 18 KSR anggota di 4 provinsi: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, dan Maluku, sejak disahkan sebagai badan hukum koperasi induk dengan nama Induk Koperasi Usaha Rakyat (inKUR) pada Mei 2017.

Workshop bersama inKUR dan KKA, 1-3 Mei 2026, di Lupung Cafe, Sekadau, dihadiri oleh Paulus Ohio (Chief Executive Officer inKUR), Itoi Thomas Aquino dari Koperasi Keling Kumang Agro, beserta tim kedua belah pihak.

Bagikan