Banyak koperasi merasa sudah cukup.
Jumlah anggota banyak. Aset terus naik. Kantor cabang bertambah. Laporan keuangan rapi. Semua terlihat baik-baik saja.
Tapi diam-diam ada yang hilang.
Bukan uang. Bukan anggota. Yang hilang adalah manusia yang bertumbuh.
Kita sering mengira masalah koperasi ada pada modal. Padahal masalah terbesar justru ada pada manusia.
Bukan karena jumlahnya kurang. Tapi karena kualitasnya tidak dibentuk.
iCOOP di Korea melihat ini lebih awal.
Mereka tidak menunggu masalah datang. Mereka langsung membangun sistem yang jarang dipikirkan oleh banyak koperasi: membangun manusia secara sadar, sistematis, dan berjenjang.
Bukan sekadar melatih. Bukan sekadar mengelola. Tapi membentuk.
Di banyak organisasi, manusia diposisikan sebagai alat. Di iCOOP, manusia adalah pusat.
Mereka menyebutnya sederhana: people-centered. Kalimat yang pendek. Tapi dampaknya panjang.
Apa artinya manusia sebagai pusat?
Artinya, koperasi tidak lagi bertanya: “Bagaimana orang bekerja untuk organisasi?” Tapi berubah menjadi: “Bagaimana organisasi membentuk manusia?”
Di sinilah pergeseran itu terjadi. Dari HRM menjadi HRD. Dari mengelola orang menjadi mengembangkan manusia.
iCOOP memahami satu hal yang sangat mendasar: kompetensi tidak hanya soal keterampilan. Kompetensi adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan:
- pengetahuan
- keterampilan
- sikap
Dan yang paling dalam-yang paling menentukan-adalah sikap: kemampuan membuat keputusan terbaik dalam berpikir, berkata, dan bertindak. Kinerja totalitas. Yang tidak terlihat. Tapi menentukan segalanya.
Kita bisa melatih orang agar pintar. Kita bisa melatih orang agar terampil. Tapi jika sikapnya salah, semuanya runtuh.
iCOOP tidak berhenti pada teori. Mereka membangun sistem pembelajaran yang hidup. Belajar bukan hanya di kelas. Belajar terjadi dalam interaksi. Dalam pengalaman. Dalam refleksi.
Mereka percaya pada satu hal: Kita tidak belajar dari pengalaman. Kita belajar dari merenungkan pengalaman.
Inilah yang sering hilang. Banyak orang bekerja bertahun-tahun. Tapi tidak berkembang. Karena mereka berhenti berpikir.
iCOOP mengubah itu. Mereka membangun jalur pertumbuhan manusia:
- Dari anggota biasa.
- Menjadi perwakilan.
- Menjadi aktivis.
- Menjadi pengurus.
- Menjadi ketua.
Semuanya melalui proses pendidikan. Bukan kebetulan.
Ini bukan organisasi yang mencari pemimpin. Ini organisasi yang mencetak pemimpin.
Yang menarik, sistem ini tidak hanya untuk anggota. Karyawan pun diperlakukan berbeda. Mereka tidak disebut pekerja. Mereka dibentuk menjadi entrepreneur. Memiliki:
- rasa memiliki
- tanggung jawab
- kemampuan berpikir
- kemampuan mengambil keputusan
Ini berbeda jauh dengan banyak organisasi. Di tempat lain, karyawan hanya menjalankan. Di iCOOP, karyawan menciptakan.
Mereka tidak berhenti di pelatihan. Mereka melangkah lebih jauh:
- Teaching → memberi pengetahuan
- Training → memberi keterampilan
- Coaching → membentuk makna
Dan yang paling tinggi adalah coaching. Karena di situ manusia mulai memahami mengapa.
Di sinilah kualitas manusia terbentuk. Bukan hanya tahu apa yang harus dilakukan. Tapi tahu mengapa harus dilakukan.
Pengurus pun tidak luput. Pengurus tidak cukup hanya duduk di rapat. Mereka harus punya:
- visi
- nilai
- kemampuan membangun relasi
Mereka harus mampu merancang masa depan, mencari sumber daya, membangun jaringan, menyiapkan pemimpin berikutnya.
Karena pengurus bukan saja simbol. Pengurus adalah penentu arah.
Coba kita berhenti sejenak. Lihat koperasi kita. Berapa banyak pelatihan yang kita lakukan? Banyak. Berapa banyak manusia yang benar-benar berubah? Belum tentu banyak.
Di sinilah perbedaannya. iCOOP tidak sekadar membuat program. Mereka membangun sistem. Sistem yang membuat manusia bertumbuh-secara alami, berjenjang, dan berkelanjutan.
Mereka tidak tergesa-gesa. Mereka tahu membangun manusia butuh waktu. Tapi mereka juga tahu: tanpa manusia yang kuat, koperasi tidak akan pernah kuat.
Banyak KSR jatuh. Bukan karena bisnisnya salah. Tapi karena manusianya belum siap. Masih di kepemimpinan level 1 atau masih di level 2. Masih bekerja karena jabatan. Belum bekerja karena kesadaran.
iCOOP memberi kita cermin. Dan cermin itu jujur.
Koperasi tidak kekurangan orang. Koperasi kekurangan manusia yang:
- berpikir
- bertanggung jawab
- memiliki nilai
- mau bertumbuh
Dan mungkin, di situlah pekerjaan terbesar kita. Bukan membuka cabang baru. Bukan menambah aset. Tapi membangun manusia.
Karena pada akhirnya, koperasi bukan dibangun oleh uang. Koperasi dibangun oleh manusia. Dan manusia tidak lahir jadi. Ia harus dibentuk.
Pertanyaannya sekarang sederhana:
Apakah kita sedang mengelola orang? Atau sedang membentuk manusia?
Diolah dari presentasi iCOOP berjudul: [iCOOP] HRM presentation (2023).