← Kembali ke Berita

Ada satu penyakit lama dalam gerakan koperasi: terlalu banyak berpikir, terlalu sedikit bergerak.

Rapat panjang. Diskusi berlapis. Presentasi berwarna-warni. Tetapi di lapangan-sunyi. Tidak ada perubahan berarti. Anggota tetap berjalan sendiri. Usaha anggota tetap terseok. KSR terasa seperti mesin yang hidup di atas kertas, tetapi mati di kehidupan nyata.

Masih ingat dengan Blueprint inKUR 2017-2027? Itu lahir dari kegelisahan. Ia tidak ingin menjadi dokumen yang disimpan rapi di lemari. Ia ingin menjadi sesuatu yang hidup-berkeringat, bergerak, dan berdampak.

Karena itu ia memilih satu kata yang jarang dipakai secara serius dalam praktik: praxis.

Praxis bukan kata yang indah untuk dikutip. Ia kata yang menuntut keberanian. Ia seperti perintah diam-diam: jangan berhenti di pikiran. Turun ke tanah. Lakukan sesuatu. Lihat hasilnya. Lalu jujur pada diri sendiri-apakah berhasil atau tidak.

Jika tidak, perbaiki. Jika berhasil, kembangkan. Lalu lakukan lagi.

Seperti petani yang tidak pernah berhenti belajar dari musim. Seperti nelayan yang membaca laut dari pengalaman, bukan dari buku. Begitulah seharusnya gerakan KSR berjalan: aksi, refleksi, aksi lagi. Tidak pernah selesai. Tidak pernah puas.

Blueprint inKUR 2017-2027 Berbasis Praxis, Heart & Soul: Social Capital, Mind & Body
Blueprint inKUR 2017-2027 berbasis praxis, Heart & Soul: Social Capital di pusat, dikelilingi lima pilar Mind & Body: kepemimpinan, pemberdayaan, konsolidasi anggota, integrasi horizontal, dan kontribusi pada demokrasi sosial.

Blueprint ini menarik garis yang sangat jelas. Di satu sisi ada ideologi-yang disebut sebagai heart and soul. Di sisi lain ada tindakan nyata-mind and body.

Dua-duanya tidak boleh dipisahkan. Jika dipisahkan, KSR kehilangan arah atau kehilangan daya.

Banyak KSR kuat di angka, tetapi kosong di jiwa. Banyak juga yang penuh semangat ideologi, tetapi tidak tahu bagaimana menggerakkan usaha. Blueprint ini seperti mencoba menyatukan jantung dan otot. Supaya yang berdenyut tidak sia-sia, dan yang bergerak tidak kehilangan makna.

Di titik ini, kepemimpinan menjadi kunci. Tetapi bukan kepemimpinan yang nyaman di ruang rapat. Bukan yang pandai berbicara, tetapi ragu bertindak.

Blueprint ini seolah ingin mengatakan: pemimpin di KSR harus berani kotor tangan. Harus siap mengambil risiko. Harus punya naluri usaha.

Yang menarik, ia membalik cara berpikir yang selama ini dianggap benar. Biasanya orang menyusun rencana dulu, baru bergerak. Di sini justru sebaliknya. Bertindak dulu. Rasakan kenyataan. Baru rumuskan strategi.

Seolah-olah blueprint ini berbisik: hidup tidak pernah menunggu rencana kita selesai. Jadi mengapa kita harus menunggu untuk mulai?

Inovasi juga tidak ditempatkan sebagai kata besar yang menggema di seminar. Ia ditarik turun menjadi sesuatu yang sangat konkret:

  • Membangun database KSR
  • Membaca potensi
  • Mendampingi yang bisa tumbuh
  • Menularkan yang berhasil
  • Mendorong aksi kolektif

Ini bukan inovasi yang lahir dari imajinasi, tetapi dari kebutuhan.

Seperti benih yang tidak cukup hanya dibicarakan. Ia harus ditanam, disiram, dan dijaga bersama. Jika tidak, ia akan tetap menjadi benih-tidak pernah menjadi pohon.

Lalu soal anggota. Selama ini, KSR sering bangga pada jumlah. Semakin banyak, semakin hebat. Tetapi blueprint ini seperti mengingatkan dengan nada pelan: angka bisa menipu.

Seribu anggota yang tidak berdaya tidak lebih kuat dari seratus anggota yang bertumbuh.

Karena itu fokusnya bergeser. Bukan lagi sekadar menambah anggota, tetapi membangun anggota. Mendampingi usahanya. Membuka akses pasar. Menguatkan kapasitasnya.

Anggota tidak lagi dilihat sebagai angka statistik, tetapi sebagai manusia yang harus berkembang.

Di sinilah KSR kembali ke jati dirinya. Bukan sekadar lembaga koperasi, tetapi gerakan pemberdayaan.

Masalah berikutnya adalah kebiasaan berjalan sendiri-sendiri. Bahkan sering kali KSR saling bersaing, seolah-olah mereka bukan bagian dari satu gerakan yang sama. Blueprint ini mencoba memecah kebiasaan itu. Ia mendorong integrasi horizontal. Kerja sama. Investasi bersama. Advokasi bersama. Bahkan solidaritas yang diikat secara kontraktual.

Ini seperti lidi. Satu lidi mudah patah. Tetapi jika diikat menjadi satu, ia menjadi sapu yang kuat. Gerakan KSR kita tidak akan pernah besar jika tetap terpecah. Ia hanya akan kuat jika menjadi jaringan yang saling menguatkan.

Namun semua itu pada akhirnya harus bermuara pada satu hal: dampak. Bukan dampak di laporan. Bukan dampak di presentasi. Tetapi dampak yang dirasakan orang.

  • Apakah usaha anggota hidup?
  • Apakah kepercayaan anggota meningkat?
  • Apakah anggota merasa terbantu?

Jika jawabannya tidak, maka semua strategi itu tidak ada artinya.

Blueprint ini memahami sesuatu yang sering dilupakan: KSR bukan hanya soal uang. Ia soal manusia. Soal kepercayaan. Soal harapan. Soal keberanian untuk bangkit bersama.

Yang paling menarik, hasil terbesar yang diharapkan justru bukan sesuatu yang bisa langsung dihitung. Ia adalah modal sosial. Kepercayaan yang tumbuh. Solidaritas yang menguat. Kepemimpinan yang berintegritas.

Seperti akar pohon. Tidak terlihat. Tetapi tanpa itu, pohon tidak akan berdiri.

Dan di ujung semua ini, ada satu pesan yang terasa sangat sederhana, tetapi sebenarnya sangat berat untuk dijalankan: walk the talk. Jangan hanya bicara. Jangan hanya merancang. Lakukan.

Gerakan yang hanya hidup di kata-kata akan mati oleh kata-kata itu sendiri. Tetapi gerakan yang berani bertindak, meskipun salah, akan terus belajar dan tumbuh.

Blueprint inKUR 2017-2027 bukan janji kesempurnaan. Ia bukan jalan yang lurus tanpa hambatan. Ia lebih mirip jalan setapak di tengah hutan-kadang jelas, kadang hilang. Tetapi satu hal pasti: ia harus dilalui dengan berjalan, bukan dengan membayangkan.

Dan mungkin di situlah kekuatan sebenarnya. Blueprint ini tidak menawarkan kepastian. Ia menawarkan keberanian.

  • Keberanian untuk mulai.
  • Keberanian untuk salah.
  • Keberanian untuk memperbaiki.
  • Keberanian untuk terus bergerak.

Karena pada akhirnya, inKUR bukan organisasi di atas kertas.

inKUR adalah kita.

Refleksi atas Blueprint inKUR 2017-2027, Strong Presence of “Co-op Movement” in the Marketplace to Countervail Neo-Liberal & Capitalistic System.

Bagikan